Kamis, 13 Oktober 2016

Yang kubanggakan; menjadi kebanggaan perempuan lain ((pula))

Dari dulu aku selalu bangga dengan apa yang aku punya,yang aku milikin. iya kaya aku bangga milikin kamu jadi pacar aku. Pertama kita ketemu,kita ngobrol seru,kita ketawa,kaya aku nemuin temen baru yg bakal jadi pacar aku,jadi orang yg satu-satunya aku sayang. Semua terasa manis,sangat manis.... TAPI ternyata manis nya semakin pudar,pudar dan lamalama hilang dan makin terasa tidak ada rasa. Belum lama aku pernah denger cerita hubungan seseorang karena sesuatu masalah yg membuat hubungan nya berpisah.Dan aku cuma berharap dalam hati tidak akan merasakan hal itu,sangat tidak menginginkan hal itu. Tapi,,, selang berapa lama dunia yg aku inginkan untuk tetap bersamamu terasa runtuh,hancur. Perasaan perempuan mana yg kuat mendengar cerita pasangan nya yg sangat buruk,tapi aku bukan kecewa dengan masalalu mu. Dengan hati tenang kamu cerita hal itu dengan nada pasrah "kamu udah tau semua ini dan aku mohon jangan tinggalin aku,temenin aku ngadepin masalah ini,aku yakin 99% semua perempuan gabakal bisa terima semua itu". ku tarik nafas panjang dengan nada yg tenang "aku ga kecewa sama apa yg kamu alamin skrng,aku janji bakal nemenin kamu ngelewatin masalah ini,kalo kamu ngerasa lelah dg apa yg kamu lakuin hari ini,genggam tangan aku dan kita samasama rasain lelah mu itu". Semenjak kejadian itu, kamu selalu ngerasa takut kehilangan aku,takut aku pergi karna tau hal itu. Padahal aku yg selalu ngerasa takut ketika aku setia dan kamu malah pergi sama yg lain. Ternyata semua benar kejadian seseorang yg sangat begitu aku percaya,seseorang yg kemarin memohon untuk tidak meninggalkan mu dimasalah itu malah ngecewain aku,bikin aku merasa tidak ada guna nya saya tetap bertahan disini,seperti seseorang yg tidak dibutuhkan lagi. Saya memilih pergi,memilih melepaskan kamu, dan menjadi seseorang yg keras kepala,dan kasar. Masalah mu ini membuat saya berubah,berubah jadi perempuan kasar,dan keras kepala untuk pergi darimu. Pada kenyataan nya,bukan seperti itu sifat asli saya. Ya,aku bukan seorang yg kasar terhadap laki-laki,tidak pernah berkata kasar. tapi semua berubah dan saya seperti tidak dihargai,lantas masih pantaskah aku menghargai mu sebagai kekasih ? nyatanya kamu pun tidak pernah menghargai saya sebagai kekasih,,sama sekali tidak ada nilai nya. Awalnya aku merasa bangga sama kamu sampai akhirnya saya menyerah untuk tidak lagi membanggakan mu. Buat apa saya membanggakan seseorang yg ternyata dibanggakan dengan orang lain juga ? Saya menerima masalalu mu tapi saya belum cukup kuat menerima seseorang yg saya sayangi ternyata disayangi perempuan lain. "kita putus aja yaa" "aku mau udahan" "aku pergi yaa" "kita udah sampai sini aja" "aku cape" kalimat itu selalu berulang kali aku ucap,dan berulang kali pula kamu mohon-mohon untuk tidak menyudahi semua ini tapi kamu juga yg tidak ingin melepaskan dia. terus apa lagi yg kita harapkan dari ini? apa yg harus dipertahankan dari semua ini? sampai kapan kamu berenti selesaiin drama nya? suatu saat nanti aku ga akan nanyain ke kamu "aku yg harus lepasin kamu atau kamu lepasin dia" tapii........ perlahan aku berjalan mundur darimu,semakin mundur dan lama kelamaan bayangan ku hilang,dan pergi. sampai akhirnya aku tidak akan lagi menanyakan apa keputusan mu. dari perempuan yg sangat tulus menerima mu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar